Metode Pelaksanaan Kerja Proyek
Please paste a VALID AdSense code in AdSense Elite Module options before activating it.

Metode Pelaksanaan Kerja Proyek

31 July 2018 by Artikel 468 Views
Rate this item
(0 votes)

METODE PELAKSANAAN

PENGADAAN DAN PEMASANGAN BACK UP CATU DAYA LISTRIK SERTA PENAMBAHAN DAYA LISTRIK

PLN BESERTA PEMBANGUNAN GEDUNG MPH

  1.  Persiapan
  • Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan dapat melaksanakan site survey yang dilaksanakan di lokasi pekerjaan untuk mempersiapkan detail desain pekerjaan.
  • Sebelum melaksanakan site survey Pelaksana Pekerjaan berkoordinasi dengan Pengawas Pekerjaan.
  • Pelaksana Pekerjaan membuat gambar detail desain (shop drawing) dan lay out penempatan yang jelas serta lengkap sebagai dasar melaksanakan pekerjaan.
  • Pelaksana pekerjaan mengadakan pemeriksaan ulang terhadap segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. Bila ternyata terdapat perbedaan antara gambar~ spesi:fikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang denganspesifikasi yang dipersyaratkan maka Pelaksana Pekerjaan memberitahukan hal tersebut kepada Pengawas Pekerjaan dan Pelaksana Pekerjaan melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna.
  1. Kick Off Meeting.
  • Kick off meeting dilaksanakan setelah ditandatanganinya kontrak.
  • Tujuan pelaksanaan kick off meeting adalah untuk menentukan time schedule pelaksanaan pekerjaan dan hal-hal teknis dan operasional yang terkait dengan
  • Kick off meeting dilaksanakan di lokasi pekerjaan selama 1 (satu) hari.
  • Kick off meeting diikuti oleh Penyedia Barang dan/atau Jasa, Perwakilan Kantor Cabang Pembantu Pangkalan Bun, Perwakilan Kantor Cabang Pratama Banjamasin dan Pihak terkait.
  • Hasil pelaksanaan Kick Off Meeting dinyatakan dalam Berita Acara.
  • Biaya kick off meeting merupakan tanggung jawab Perum LPPNPI.
  1. Pemasangan Panel Distribusi/Panel ATS/AMF.
  • Panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya sesuai syarat
  • Semua panel harus digrounding.
  • Dalam pelaksanaan pekerjaan pemasangan, harus benar-benar dilaksanakan oleh teknisi yang sudah berpengalaman dalam peralatan Panel Distribusi.
  • Peralatan instrument, switches dan sebagaimana harus dipasang dalam pasangan masuk dari muka melalui bukaan-bukaan yang telah tersedia pada rumah panel,
  • Ruangan pencapaian harus cukup dan memudahkan kerja,
  • Terdapat label-label pada setiap Circuit Breaker,Switch, Push Button dan atau sesuai kebutuhan,
  • Semua Pengkabelan di dalam harus rapih terdiri atas kabel-kabel wama sesuai Dipasang memakai terminal, mudah diusut,dan mudah dalam pemeliharaan,
  • Busbar dan teknik penyambungan harus menurut peraturan. Bahan terbuat dari tembaga yang berdaya hantar tinggi, bentuk persegi panjang dipasang pada pole pole isolator dengan kekuatan dan jarak yang telah diperhitungkan tmtuk menahan tekanan-tekanan elektris dan mekanis pada level hubung singkat yang ada di titik tersebut (PUIL ),
  • Busbar dalam panel harus disusun sebaik-baiknya sampai semua terminasi kabel atau busbar lainnya tidak menyebabkan lekukan-Iekukan yang tidak wajar. Busbar harus dicat secara standar untuk membedakan fasa-fasanya,
  • Batang-batang penghubung antara busbar dengan breaker harus mempunyai penampang yang cukup dengan rating arus tidak kurang dari 125% rating breaker tersebut,
  • Setelah instalasi peralatan selesai pelaksana pekerjaan harus melaksanakan setting/konfigurasi sesuai dengan keperluan operasional dengan berkoordinasi dengan Perum LPPNPI kantor cabang atau distrik setempat unit teknis terkait.
  1. Pemasangan Kabel Kontrol
  • Melakukan Pemasangan, penyambungan dan instalasi kabel kontrol.
  • lnstalasi harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Instalasi dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman dalam bidang kelistrikan.
  1. Pemasangan Exhause Fan.
  • Pemasangan Exhaust fan harus sesuai dengan manual book.
  • Pemasangan dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman.
  • Instalasi dilakukan dengan mendudukan exhause fan pada tempat yang telah disediakan, kemudian dilakukan penyambungan dengan menggunakan stop kontak.
  1. Pemasangan Generating Set 100 kVA
  • Genset yang baru datang, dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi kerusakan yang mungkin terjadi selama pengiriman.
  • Periksa apakah peringkat / rating kapasitas ampere / watt unit sudah sesuai.
  • Pemasangan peralatan Generating Set harus sesuai dengan persyaratan dan mengacu pada manual book.
  • Dalam pelaksanaan pekerjaan pemasangan, harus benar-benar dilaksanakan oleh teknisi yang sudah berpengalaman dalam peralatan Generator set.
  • Ketika catu daya utama (PLN) mati, genset starting dan mencapai kondisi nominal serta siap dibebani kurang dari atau sama dengan 15 detik. Dan kembali ke sombernormal dengan time delay yang dapat diatur.
  • Ketika Catu daya utama (PLN) hidup, maka genset mati harus ada waktu jeda minimal 3 menit untuk pendinginan mesin.
  • Mempunyai sensor under frequency, under voltage untuk catudaya utama (PLN).
  • Setelah instalasi peralatan selesai pelaksana pekerjaan harus melaksanakan setting konfigurasi sesuai dengan keperluan operasional dengan berkoordinasi dengan Perum LPPNPI Kantor cabang atau distrik setempat unit teknis terkait.
  1. lnstalasi Penerangan dan Stop Kontak Gedung.
  • Instalasi penerangan disesuaikan dengan SNI pencahayaan.
  • Lampu dan armaturenya harus sesuai ketentuan dan kebutuhan.
  • Konstruksi armature harus kuat unrnk dipasang dengan lampu.
  • Stop kontak yang dipakai adalah stop kontak I phase rating 250 V, 16 Ampere untuk pemasangan di dinding mempunyai terminal phase, netral, dan pentanahan.
  • Box untuk saklar dan stop kontak harus dari bahan baja atau moulded plastic dengan kedalaman tidak kurang dari 35 mm, kotak dari metal harus mempunyai terminal pentanahan saklar atau stop kontak.
  • Kabel instalasi penerangan dan instalasi stop kontak harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih. Kabel harus mempunyai penampang minimal 2.5 mm2, kode warna insulasi kabel mengikuti ketentuan PUIL.
  • Pipa instalasi pelindung kabel instalasi yang dipakai adalah pipa PVC High Impact khusus listrik.
  • Pipa, elbow, socket, junction box, clamp dan accessories lainnya harus sesuai yang satu dengan yang lainnya, yaitu tidak kurang dari 3/4" diameter.
  • Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung (junction box) dan armature lampu. Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan stop kontak dengan pipa PVC, khusus untuk listrik High Impact conduit-heavy gauge, minimum diameter 20 mm
  1. Pemasangan Daily Tank 500 liter, Pompa Tangan Dan Pemipaan.
  • Pompa dan tanki harian genset akan dipasang didalam gedung genset dan dipasang penyangga tanki yang kuat dan kokoh dengan tanki terbuat dari besi plat hitam berkualitas dan dilapisi cat anti karat.
  • Pemasangan pekerjaan pemipaan bahan bakar menggunakan pipa bahan bakar black steel pipe, sebagai material pendukung genset lengkap dengan aksesorisnya.
  1. Pembongkaran Terminasi Kabel
  • Pastikan semua yang akan diepas sudah tidak bertegangan.
  • Sambungkan grounding panel.
  • Buka panel dengan hati-hati jangan sampai rusak.
  • Lepaskan teminasi semua kabel yang akan dibongkar dari panel.
  • Simpan dan amankan kabel pada tempat yang sesuai (tidak panas dan tidak basah/lembab ).
  • Pembongkaran terminating harus dilakukan dan diawasi oleh tenaga ahli
  1. Pemindahan Kubikel Tegangan Menengah
  • Pastikan panel sudah tidak terhubung dengan semua kabel, baik kabel power maupun kabel grounding
  • Pastikan panel sudah lepas dari sambungan mounting panel
  • Pastikan area yang digunakan untuk mengangkat dan menarik keluar panel dari MPH lama sudah clear/aman
  • Panel diangkut dengan hati-hati menggunakan forklif
  • Pastikan area yang digunakan untuk meletakkan panel di MPH barn sudah clear/aman
  • Memasukkan panel ke MPH baru dan ditempatkan pada posisi yang telah ditentukan
  • Sambungkan panel dengan mounting panel bila sudah pada tempat yang sesuai
  • Pemindahan panel harus dilakukan oleh pengendara forklift yang berlisensi
  1. Pemindaban Transfonnator.
  • Pastikan trafo sudah tidak terhubung dengan semua kabel, baik kabel power maupun kabel grounding
  • Pastikan trafo sudah lepas dari sambungan mounting trafo
  • Pastikan area yang digunakan untuk mengangkat dan menarik keluar trafo dari MPH lama sudab clear/aman
  • Trafo diangkut dengan hati-hati menggunakan forklif
  • Pastikan area yang digunakan untuk meletakkan trafo di MPH barn sudah clear/aman
  • Memasukkan trafo ke MPH barn dan ditempatkan pada posisi yang telah ditentukan
  • Sambungkan trafo dengan mounting trafo bila sudah pada tempat yang sesuai
  • Pemindahan trafo harus dilakukan oleh pengendara forklift yang berlisensi
  1. Pemindahan Genset 100 KV A Eksisting
  • Pastikan genset sudah tidak terhubung dengan semua kabel yaitu kabel power, kabel grounding dan kabel control
  • Pastikan pipa input bbm dari tanki ke genset sudah dilepas
  • Pastikan genset sudah lepas dari sambungan mounting genset
  • Pastikan area yang digunakan untuk mengangkat dan menarik keluar genset dari MPH lama sudah clear/aman
  • Genset diangkut dengan hati-hati menggunakan forklif.
  • Pastikan area yang digunakan untuk meletakkan genset di MPH barn sudah clear/aman
  • Memasukkan genset ke MPH baru dan ditempatkan pada posisi yang telah ditentukan
  • Sambungkan genset dengan mounting genset bila sudah pada tempat yang sesuai
  • Pemindahan genset harus dilakukan oleh pengendara forklift yang berlisensi
  1. Pemasangan Penangkal Petir & Grounding System.
  • Terminal udara berupa batang tembaga yang ujungnya runcing dipasang pada area yang lebih tinggi dari yang dilindungi sesuai standar.
  • Konduktor turun terbuat dari jalinan kawat tembaga, dengan diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1cm hingga 2cm, dipasang sedemikian menghubungkan sistem terninasi udara dan terninasi pembumian.
  • Pembuatan Sistem Pembumian. dengan hambatan listrik antara elektroda pembumian dan bumi harus rendah sesuai standar.
  1. Galian Tanah Kabel
  • Sebelum melakukan galian tanah untuk jalur kabel, terlebih dahulu pastikan tanah yang akan digali telah mendapatkan izin dari yang bersangkutan dan tentukan lintasan kabel serta beri tanda.
  • Menyiapkan peralatan kerja yang mendukung terhadap keselamatan kerja.
  • Mulai menggali dengan lebar dan dalam sesuai ketentuan/gambar memanjang sesuai jalur kabel yang telah diberi tanda.
  • Bila kedalaman peletakan kabel karena sesuatu tidak memungkinkan misalnya karena ada kabel atau pipa air pada kedalaman yang diinginkan maka akan ditambahkan perlindungan mekanisme tambahan. Untuk kedalaman batas antara 30-60cm ditambahkan mekanisme beton.
  • Bekas galian ditempatkan sedemikian supaya tidak mudah masuk ke galian tetapi mudah untuk pengurugan kembali

     15. Tarik, Sambung, dan Terminasi Kabel

  • Jumlah tenaga yang akan melaksanakan penarikan atau penggelaran kabel harus
  • Sebelum dilakukan penarikan atau penggelaran pastikan bahwa kabel pada posisi yang mudah untuk ditarik.
  • Kabel ditarik dan digelar secara hati-hati oleh tangan pekerja-pekerja yang berdiri dengan jarak yang teratur dan secara serentak sesuai aba-aba.
  • Dalam melakukan penarikan kabel pada tikungan/belokan radius lengkungan kabel selama penggelaran harus selalu Iebih dari 20 kali diameter kabelnya.
  • Dalam melaksanakan penarikan kabel sedapat mungkin tanpa membuat selingan Jika selingan kabel tersebut harus dibuat berbentuk huruf S dimana jari-jari
  • Lengkungannya minimal 15 x diameter kabel, tidak dibenarkan menyilang kabel seperti membuat angka 8 (delapan).
  • Instalasi penyambungan harus dilaksanakan oleh petugas berserti:fikat, syarat yang harus diperhatikan pada saat menyamblUlg kabel adalah faktor kehati-hatian dan ketelitian untuk peniadaan resiko rusak dikemudian hari saat dioperasikan.
  • Penyiapan kabel yang akan disambung, yaitu : saat memotong kabel, dan pembukaan lapisan perisai jangan sampai ada yang tajam ; saat membuka isolasi dan lapisan semikonduktor carilah bagian yang tertipis dari Japisan tersebut ; ukur jarak-jarak pemotongan/bukaan isolasi dan semikonduktor sesuai ketentuan.
  • Gunakan konektor sesuai ukuran & jenis konduktor, kekuatan tekan alat kompresi konektor barns sesuai persyaratan, dengan bentuk dies hexagonal atau lingkaran penuh, ukuran dies harus sesuai penampang penghantar.
  • Terminasi harus dilaksanakan dengan teliti dan hati-hati mulai dari pembukaan kabel sampai kepada pemasangan bagian terakhir terminasi.
  • Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pemasangan : Pada saat pembukaan lapisan semikonduktor yang terdapat pada kabel, jangan sampai melukai lapisan tersebut ; Gunakan sepatu kabel yang sesuai dengan kabelnya, kalau penghantarnya Selain jenis bahannya, ukuranny ajuga harus sama; Kontrol Tegangan Pada instalasi utama terminal kabel 20 KV, titik terpenting instalasi adalah pada bukaan selubung pentanahan terhadap isolasi, dititik ini perlu diamankan tegangan stress yang terjadi.
  • Harus dipasang pengendali stress menyelubungi isolasi kabel untuk mencegah adanya loncatan-loncatan listrik (korona) yang terjadi pada isolasi kabel, sehingga tidak akan terjadi kerusakan isolasi kabel pada saat pengoperasian. Perhatikan jarak bukaan kabel tenninasi antar fase bila dilapangan, pada saat instalasi temrinal kabel panel PHB-TM, harus dilakukan crossing. Hindarkan terjadinya crossing pada instalasi tenninal kabel pada PHB-TM. Penyesuaian fase agar dilakukan pada

    16.  Pengurugan Kembali

  • Setelah pasir urug diletakan, kabel digelar, dan diletakan kembali pasir urug, kemudian diletakan batu bata pelindung diatasnya, selanjutnya dilakukan pengurugan kembali dengan tanah bekas galian sambil dipadatkan.
  • Selain material tersebut perlu diperhatikan pula pengurugan kembali galian yang dipasang kabel tersebut tidak ada benda tajam ataupun benda keras yang tertimbun dan menyebabkan benturan pada kabel.
  • Bahan-bahan yang berlebihan harus disingkirkan segera setelah pengurugan
  • Lokasi pekerjaan harus dibersihkan setelah pekerjaan selesai.
  1. Penyambungan Daya Listrik PLN (165 kVA) Termasuk Perluasan Jaringan.
  • Pelaksana pekerjaan melakukan koordinasi dengan PT. PLN (Persero) setempat terkait penyambungan daya listrik PLN (I65kVA) untuk Gedung Operasional dan Gedung Tower di Pangkalanbun.
  • Pelaksana pekerjaan melakukan pendaftaran penyambungan daya listrik PLN (165kVA).
  • Pihak PLN akan memeriksa kelengkapan administrasi yang diper1ukan.
  • Setelah semua persyaratan lengkap, Area Jaringan melaksanakan survei dan memberikan rekomendasi teknis atas kondisi di lapangan, tennasuk perluasan
  • Area Pelayanan mencetak dan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SP) ke
  • Caton Pelanggan membayar biaya yang telah ditetapkan berikut persyaratan administrasi, tennasuk biaya perluasan jaringan.
  • Area Pelayanan membuat Perintah Kerja (PK) dan Berita Acara (BA), untulc selanjutnya disampaikan / dikirim ke Area Jaringan berikut Jaminan lnstalasi Pelanggan dengan ketentuan yang berlaku di tingkat mutu pelayanan.
  • Area Jaringan melaksanakan pekerjaan penyambungan, tetmasuk penyelesaian perluasan jaringan.
  1. On Site Training
  • Site Training dilaksanakan di Lokasi Peralatan terpasang.
  • Site Training dilaksanakan setelah peralatan terpasang dan seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan.
  • Peserta Site Training adalah Technician Perum LPPNPI dari Lokasi.
  • Biaya uang saku training mengikuti aturan yang berlaku dan menjadi tanggungjawab Perum LPPNPI.
  • Selambat-Iambatnya 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan Site Training, pelaksana pekerjaan wajib menyerahkan buku petunjuk yang berisi materi Site Training kepada Perum LPPNPI, agar dapat dipelajari dan diteliti terlebih dahulu.
  • Hasil pelaksanaan Site Training dibuatkan Berita Acara dilampiri daftar hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara Serah Terima Pertama.
  1. Site Acceptance Test.
  • Site Acceptance Test dilaksanakan di Lokasi Peralatan terpasang.
  • Site Acceptance Test dapat dilaksanakan bersamaan dengan Testing &
  • Site Acceptance Test dilakukan Perum LPPNPI dari Lokasi.
  • Biaya Site Acceptance Test mengikuti aturan yang berlaku dan menjadi tanggungjawab Perum LPPNPI. ( Selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan Site Acceptance Test, pelaksana pekerjaan wajib menyerahkan buku petunjuk yang berisi materi Site Training kepada Perum LPPNPI, agar dapat dipelajari clan diteliti terlebih dahulu.
  • Hasil pelaksanaan Site Training dibuatkan Berita Acara dilampiri daftar hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara Serah Terima Pertama.
  1. Sertifikasi Peralatan Elekterikal Mekanikal.
  • Untuk sertifikasi Pelaksana Pekerjaan bersurat ke Direktur Teknik Perum LPPNPI, dan selanjutnya Direktur Teknik Perum LPPNPI akan bersurat ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara - Direktur Bandar Udara.
  • Sertifikasi Peralatan dilaksanakan di Lokasi Peralatan Terpasang
  • Sertifikasi Peralatan dilaksanakan setelah Site Acceptance Test dan Commissioning
  • Biaya akomodasi / SPPD, biaya transportasi dan biaya Sertifikasi mengikuti aturan yang berlaku di Perum LPPNPI, dan merupakan beban pihak LPPNPI. Pihak pelaksana hanya membantu saat pengetesan secara teknis.
  1. Dokumentasi
  • Foto dokurnentasi, dibuat masing-masing rangkap 3 (tiga) dengan foto berwama yang menyatakan sebelum, sedang, dan sesudah pekerjaan dilaksanakan.
  • Membuat As Built Drawing rangkap 3 (tiga) dengan AUTO CAD dalam Flash Disk/CD.
  • Buku Petunjuk Operasi dan Perawatan dibuat rangkap 3 (tiga).
  • Laporan - Laporan dibuat rangkap 3 (tiga)
  1. Perizinan.

Setiap personil dan peralatan yang dipergunakan, harus mendapatkan ijin masuk/pas Bandar Udara dengan mengajukan pennohonan melalui Pengawas Pekerjaan.

 

Jakarta, 18 April 2018

MEGA GLOBAL SOLUTION

 

 

                               

Ir. H. Andika Muhardi

Direktur

 

Calendar

December 2018
S M T W T F S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Subscriber

Visitor