Pancasila sebagai sistem filsafat
Please paste a VALID AdSense code in AdSense Elite Module options before activating it.

Pancasila sebagai sistem filsafat

02 August 2018 by Artikel 75 Views
pancasila-filsafat pancasila-filsafat
Rate this item
(0 votes)

A. Pengertian Filsafat

          Istilah “filsafat” dalam bahasa Indonesia mempunyai padanan “falsafah” dalan kata Arab. Sedangkan menurut kata Inggris “philosophy”, kata Layin “philosophia”, kata Belanda “philosophie”, kata Jerman “philosophier” kata Prancis “philosophien”, yang kesemuanya itu diterjemahkan dalam kata Indonesia “filsafat” .

“Philosophia”, ini adalah kata bnda yang merupakan hasil dari kegiatan “philosophie” sebagai kata kerjanya. Sedangkan kegiatan ini dilakukan oleh “philosophos” atau “filsuf” sebagai subjek yang berfilsafat. Menurut Harun Nasution. Istilah “falsafah” berasal dari bahasa Yunani “philein” dan kata ini mengandung arti “cinta” dan “sophos” dalam arti hikmah (wisdom) (Nasution, 1973).

          Jadi istilah “filsafat” pada mulanya merupakan suatu istilah yang secara umum dipergunakan untuk menyebutkan usaha ke arah keutamaan mental (the pursuit of mental exellence) (Ali Mudhofir, 1985).

 

B. Rumusan Kesatuan Sila-Sila Pancasila Sebagai Suatu Sistem

          Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan suatu sistem filsafat. Pengertian sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerja sama untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Sistem lazimnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Suatu kesatuan bagian-bagian
  2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri
  3. Saling berhubungan dan saling ketergantungan
  4. Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (tujuan sistem)
  5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore dan Voich, 1974)

          Pancasila yang terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila Pancasila setiap sila pada hakikatnya merupakan suatu asas sendiri, fungsi sendiri-sendiri namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sitematis.

 

CKesatuan Sila-Sila Pancasila Sebagai Suatu Sistem Filsafat

          Kesatuan sila-sila Pancasila pada hakikatnya bukanlah hanya merupakan kesatuan yang bersifat formal logis saja namun juga meliputi kesatuan makna, dasar ontologis, dasar epistemologis serta dasar aksiologis dari sila-sila Pancasila. Sebagaimana dijelaskan bahwa kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkhis dan mempunyai bentuk piramidal, digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila Pancasila dalam urut-urutan luas (kuantitas) dan dalam pengenian inilah hubungan kesatuan sila-sila Pancasila itu dalam artu formal logis. Selain kesatuan sila-sila Pancasila itu hierarkhi dalam hal kuantitas juga dalam hal isi sifatnya yaitu menyangkut makna serta hakikat sila-sila Pancasila. Kesatuan yang demikian ini meliputi kesatuan dalam hal dasar ontologis, dasar episternologis serta dasar aksiologis dari sila-sila Pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat memiliki, dasar ontologis, dasar epistemologi, dan dasar eksiologis sendiri yang berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya materialism, liberalisme, pragmatisme, komunisme, idealisme dan lain paham filsafat di dunia.

  1. Dasar Antropologis sila-sila pancasila
  2. Dasar Epistemologis sila-sila pancasila
  3. Dasar Aksiologis sila-sila pancasila

DPancasila Sebagai Nilai Dasar Fundamental Bagi Bangsa Dan Negara Republik Indonesia

  1. Dasar Filosofis

           Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis, fundamental dan menyeluruh. Maka sila-sila Pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh, hierarkhis dan sistematis. Dalam pengertian inilah maka sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. Konsekuensinya kelima sila bukan terpisah-pisah dan memiliki makna sendiri-sendiri, melainkan memiliki esensi serta makna yang utuh.

           Nilai-nilai Pancasila itu bagi bangsa Indonesia menjadi landasan, dasar serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan kenegaraan. Dnegan perkataan lain bahwa nilai-nilai Pancasila merupan das Sollen atau cita-cita tentang kebaikan yang harus diwujudkan menjadi suatu kenyataan atau das Sein.

  1. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Dasar Fundamental Negara

           Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu sumber dari segala sumber hukum dalam negara Indonesia. Sebagai suatu sumber dari segala sumber hukum secara objektif merupakan suatu pandangan hidup, kesadaran, cita-cita hukum, serta cita-cita moral yang luhur yang meliputi suasana kejiwaan, serta watak bangsa Indonesia yang pada tanggal 18 Agustus 1945 telah dipadatkan dan diabstraksikan oleh para pendiri negara menjadi lima sila dan ditetapkan secara yuridis formal menjadi dasar filsafat negara Republik Indonesia. Hal ini sebagaimana pernah ditetapkan dalam Ketetapkan Np.XX/MPRS/1966.

           Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia dalam era reformasi dewasa ini seharusnya bersifat rendah hati untuk mawas diri dalam upaya untuk memperbaiki kondisi dan nasib bangsa ini hendaklah didasarkan pada moralitas yang tertuang dalam pokok pikiran keempat tersebut yaitu moral ketuhanan dan kemanusiaan agar kehidupan rakyat menjadi semakin bertambah sejahtera.

 

 E. Inti Isi Sila-Sila Pancasila

          Sebagai suatu dasar filsafat negara maka sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem nilai, oleh karena itu sila-sila Pancasila itu pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan. Meskipun dalam setiap sila terkandung nilai-nilai yang memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya namun kesemuanya itu tidak lain meruapakan suatu kesatuan yang sistematis. Oleh karena itu meskipun dalam uraian berikut ini menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila, namun kesemuanya itu tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan sila-sila lainnya. Adapun nilai-nilai yang terkadung dalam setiap sila adalah sebagai berikut :

  1. Sila ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Calendar

October 2018
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Subscriber

Visitor